Jumat, 06 Januari 2012

Hasil Identifikasi buku Let Go dari gue.. Enjoy!

Identifikasi buku ini gue buat sendiri.. keren kan B-)

1.     Nama                                               : Let Go
2.     Nama Pengarang                           : Windhy Puspitadewi
3.     Nama Penerbit                                : Gagas Media
4.     Ukuran Buku                                    : 13 x 19 cm
5.     Tebal buku                                       : 244 Halaman
6.     Editor buku                                      : Widyawati Oktavia


 Cover nya...





Nah, itu dia Cover bukunya..


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Finally.. gue kasih tau Sinopsis nya ya.. ini sekalian tugas gue juga..




Let Go



Kau tau apa artinya kehilangan?
Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya


            Caraka Pamungkas adalah seorang anak kelas X yang baru bersekolah selama 4 bulan di SMA, dia sudah berkelahi sebanyak dua kali di sekolah nya. Bu Ratna adalah wali kelasnya yang menghukum Raka untuk  degan paksa harus masuk ke sebuah redaksi majalah sekolah yang bernama Veritas bersama 4 orang yang memiliki sifat yang berbeda, anggotanya terdiri dari Nathan si pintar yang selalu bersikap sinis, Nadya si ketua kelas yang tidak pernah meminta bantuan pada orang, Sarah seseorang yang memiliki sifat pemalu dan tidak bisa menolak apapun yang membuat Raka selalu ingin menolongnya. Raka adalah anak yang paling “payah” dalam urusan yang berhubungan dengan angka, tetapi disisi lain, dia pintar dalam pelajaran Sejarah dan menyukai banyak Sutradara, Film dan buku terkenal. Semua itu membuat teman-temannya tidak menyangka atas kesukaan Raka tersebut. Istilahnya adalah Raka adalah orang yang susah ditebak.
Setiap kali ada yang bertanya soal ayahnya Raka seperti teringat dengan masa lalu nya. Ada hal yang membuatnya benci kepada ayahnya, Ayah Raka meninggal 2 tahun yang lalu karena penyakit kanker  paru-paru. Tetapi ia tidak bersungguh-sungguh benci terhadap ayahnya, itu hanya cara Raka untuk selalu mengingat ayahnya, karena semakin ia mengigat tentang ayahnya yang sudah meninggal, sosok ayahnya akan semakin kabur dari ingatannya. Sekarang ia tinggal bersama mama nya saja. Mamanya bekerja untuk menyambung hidup setelah kepergian ayah Raka.
Tetapi selain itu persahabatan dia dengan Nathan juga mengalami kisah pahit, Nathan adalah seorang anak yang tidak ingin menyia-nyiakan waktunya hanya untuk sesuatu yang tidak penting, Nathan mengidap penyakit kanker otak dan hanya ingin menjalani sisa hidupnya tanpa mau terikat dengan orang lain. Selama ini Nathan selalu mencari-cari keajaiban yang bisa memberinya alasan untuk hidup. Tetapi ketika bertemu dengan Raka, Sarah dan yang lain, ia disadarkan bahwa keajaiban itu justru sedang ia alami. Ia rasakan, dan ia jalani. Ternyata selama ini hidup itu adalah keajaiban itu sendiri.
Selain dari masalah-masalah itu, Raka juga mempunyai masalah soal “Cinta”. Raka yang diam-diam memiliki perasaan dengan Nadya, akhirnya pun berpacaran dengan Nadya, walaupun Raka bukanlah sosok yang romantis.  
Setelah setahun menjalani operasi, akhirnya Nathan pun meninggal. Ketika hari pemakamannya bu Ratna memberikan surat yang akan diberikan kepada Raka
Ini adalah surat yang Nathan beri kepada Raka :

To Caraka:

I remember you like yesterday 

YesterdayI still can’t believe you’re gone
 Oh I remember you like yesterday 
YesterdayAnd until I’m with you, I carry on. 

Ketika kamu membaca surat ini bisa dipastikan saat itu aku sudah nggak ada lagi di dunia ini. Kamu pasti heran kenapa aku menlis surat ini untukmu- kenyataanya, aku sendiri juga nggak tahu. Mengingat betapa bodohnya dirimu, kayaknya sejelas apapun aku memberi tahu, kamu pasti nggak akan mengerti. 

Adrift on your ocean floor 
I feel weightless numb and sore 
A part of you and me is torn 
You’re  free 

Aku ingin memberi tahu betapa aku sangat berterima kasih kepada kalian

I woke from a dream last night 
I dreamt that you were by my side 
Reminding me I still had life in me 
I remember you like yesterday 
Yesterday
 I still can’t believe you’re gone
 Oh I remember you like yesterday
 YesterdayAnd until I’m with you,
 I carry on.

 p.s Jangan membenciku. Waktu terus berjalan aku sudah mati, tapi kamu masih hidup. Tak perlu terikat masa lalu. Sungguh nggak apa-apa bagiku kalau kelak kamu melupakanku. Biar aku saja yang mengingatmu, itu sudah lebih dari cukup bagiku

Di dalam edisi Veritas yang sengaja dibuat untuk ditujukan kepada Nathan. Sarah mengutip kata-kata Goerge Bernard Shaw : “ Aku bisa kehilangan seorang teman seperti itu dengan kematainku, tetapi tidak dengan kematainnya”







Tidak ada komentar:

Posting Komentar